BAB 3
TUJUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
3.1. Perlunya pengembangan sistem
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk
menggantikan sistem lama secara keseluruan atau memperbiki sistem yang telah
ada.
Sistem
lama perlu diperbaiki atau diganti karena beberapa hal :
1.
Adanya permasalahan-permasalahan yang timbul dari sistem lama, misalnya :
a.
Ketidakberesan
Ketidakberesan dalam sistem lama menyebabkan sistem lama tidak
beroperasi sesuai dengan yang diharapkan.
b.
Pertumbuhan organisasi
Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang
semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip
akuntansi.
2.
Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Organisasi mulai merassakan kebutuhan sistem informasi sehingga
dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh
manajemen.
3.
Adanya instruksi
Penyusunan sistem baru karena adanya instrusi-instruksi dari
atasan atau luar organisasi misalnya aturan pemerintah.Dengan adanya
pengembangan sistem dari yang lama ke baru diharapkan terjadi peningkatan-peningkatan
sistem yang baru antara lain :
Performance
(kinerja), kinerja sistem beru lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari
jumlah pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Respon
time adalah ratarata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan
ditambah denganwaktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut.
Information
(informasi), peningkatan kualitas informasi yang disajikan.
Economy
(ekonomi), peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau keuntungankeuntungan
atau
penurunan biaya yang terjadi.
Control
(pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki
kesalahan-kesalahan serta kecurangan yang akan terjadi.
Eficiency,
peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis,
ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi
berhubungan dengan bagaimana sumberdaya tersebut digunakan dengan pemborosan
yang minimum.
Service
(pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.
3.2. Prinsip pengembangan system
Prinsip-prinsip
pengembangan sistem antara lain :
a.
Sistem yang dikembangkan adalah untuk menajemen informasi dari sistem yang digunakan
oleh manajemen, sehingga dapat mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh
manajemen.
b.
Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar, setiap investasi
harus mempertimbangkan :
Semua
alternatif yang ada harus diinvestigasi
Investasi
yang terbaik harus bernilai atau menguntungkan.
c.
Sistem yang dikembangkan memerlukan orang terdidik.
d.
Tahapan dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses pengembangan.
e.
Proses pengembangan sistem tidak harus urut.(bersama-sama).
f.
Jangan takut membatalkan proyek.
g.
Dokumentasi harus ada untuk pedoman pengembangan sistem.
3.3. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
(System Life Cycle)
Proses
pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem itu direncanakan
sampai sistem itu diterapkan, dioperasikan dan dipelihara. Bila operasi sistem
yang sudah dikembangkan masih-masih timbul permasalahan-permasalahan yang tidak
dapat diatasi dalam tahap pemeliharaan sistem maka perlu dikembangkan kembali suatu
sistem untuk mengatasinya dan proses ini kembali ke tahap yang pertama. Siklus ini
disebut siklus hidup pengembangan sistem yang digunakan untuk mengembangkan tahapan
utama dab langkah-langkah dalam tahapan tersebut dalam proses pengembangannya.
Ide dari System Life Cycle adalah sederhana dan masuk akal.
Tahapan
utama siklus hidup pengembangan system terdiri dari :
a.
Tahapan perencanaan (System Planning)
b.
Analisis Sistem (System Analisis)
c.
Desain Sistem (System Design)
d.
Seleksi System (System Selection)
e.
Implementasi System (System Implementation)
f.
Perawatan System (Maintenance System)
3.4. Pendekatan Pengembangan System
Beberapa
pendekatan untuk mengembangkan sistem :
1.
Pendekatan Klasik lawan Pendekatan Terstruktur
a.
Pendekatan Klasik (Clasical Approach)
Adalah pendekatan dalam pengembangan sistem yang mengikuti
tahapantahapan di Sistem Life Cycle tanpa dibekali oleh alat-alat dan
teknik-teknik yang memadai.
Beberapa
permasalahan yang timbul di pendekatan klasik
Pengembangan
perangkat lunak akan menjadi sulit
Biaya
perawatan atau pemeliharaan sistem akan menjadi lebih mahal
Kemungkinan
kesalahan besar.
Keberhasilan
sistem kurang terjamin.
Masalah
dalam penerapan sistem.
b.
Pendekatan Terstruktur
Pendekatan
Terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik yang
dibutuhkan dalam pengembangan sistem sehingga hasil akhir dari system yang
dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik
dan jelas.
2.
Pendekatan Sepotong lawan Pendekatan Sistem
Pendekatan
Sepotong (Piecemeal Approach ) merupakan pendekatan pengembangan sistem yang
menekankan pada suatu kegiatan atau aplikasi tertentu saja. Kegiatan atau
aplikasi yang dipilih dikembangkan tanpa memperhatikan posisinya di system informasi
atau tanpa memperhatikan sasaran keseluruhan dari organisasi. Pendekatan Sistem
(Systems Approach) memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan
terintegrasi untuk masing-masing kegiatan atau aplikasinya. Pendekatan sistem
ini juga menekankan sasaran dari sistem informasi itu saja.
3.
Pendekatan bawah-naik lawan Pendekatan atas-turun
Pendekatan
bawah naik (bittom-up approach) dimulai dari level bawah organisasi, yaitu
level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan-perumusan
kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan
kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini yang
merupakan ciri-ciri pendekatan klasik. Pendekatan atas turun (top-down
approach) dimulai dari level atau organisasi, yaitu level perencanaan strategi.
Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan
organisasi. Langkah selanjutnya adalah dilakukannya analisis kebutuhan
informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan maka proses turun ke pemrosesan
transaksi, yaitu penentuan output-input basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga
merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur.
4.
Pendekatan System Menyeluruh lawan Pendekatan Modular
Pendekatan sistem menyeluruh (total system approach) merupakan
pendekatan yangmengembangkan sistem serentak secara menyeluruh. Pendekatan
Modular (modular approach) memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian atau
modul-modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan
dikembangkan. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan dapat dikembangkan tepat
waktu yang telah direncanakan, mudah dipahami oleh pemakai sistem dan mudah
dipelihara.
5.
Pendekatan Lompatan Jauh lawan Pendekatan Berkembang
Pendekatan lompatan jauh (great loop approach) menerapkan
perubahan menyeluruh secara serentak menggunakan teknologi canggih. Pendekatan
ini mengandung resiko, karena teknologi komputer cepat berkembang dan juga
terlalu mahal karena memerlukan investasi seketika untuk semua teknologi yang
digunakan. Pendekatan berkembang (evolutionary approach) menerapkan teknologi
canggih hanya untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan saja dan akan terus
dikembangkan untuk periode berikutnya.
3.5. Analisis Sistem dan Pemrogram
0 komentar:
Posting Komentar