Home » » BAB 4 ANALISIS SISTEM

BAB 4 ANALISIS SISTEM

Written By Unknown on Selasa, 18 November 2014 | 03.43



BAB 4
ANALISIS SISTEM

4.1. Analisis sistem didefinisikan

“Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikanperbaikannya.”

Langkah-Langkah Analisis Sistem

Identify, yaitu mengidentifikasi masalah

Mengidentifikasi/mengenal masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah/problem dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Tugas yang harus dilakukan dalam mengidentifikasi masalah:
- Mengidentifikasi penyebab masalah:
- Mengidentifikasi titik keputusan
- Mengidentifikasi personel-personel kunci

Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.

Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yg ada beroperasi. Beberapa tugas yang perlu dilakukan yaitu :
Memahami kerja sistem yang ada
- Menentukan jenis penelitian (wawancara, observasi)
- Merencanakan jadwal penelitian
i. Mengatur jadwal wawancara
ii. Mengatur jadwal observasi
iii. Mengatur jadwal pengambilan sampel
Membuat penugasan penelitian (u/ anggota tim)
Membuat agenda wawancara (waktu dan materi direncanakan)
Mengumpulkan hasil penelitian

Analyze, yaitu menganalisis system

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil yang telah dilakukan.

Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

4.2. Desain Sistem

Desain sistem dapat diartikan sebagai Tahap setelah analisis dari dari siklus pengembangan sistem penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberap elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Desain sistem dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu desain sistem secara umum (general system design) / konseptual desain / makro design dan desain sistem secara terinci/ secara phisik/ desain internal.

Tujuan desain:

- Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem
- Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yg lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.

4.3. Sasaran desain:

- Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan.
- Desain system harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan
- Desain sistem harus efektif dan efisien untuk dapat mendukung pengelolaan transaksi,
   pelaporan manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya yg tidak dilakukan oleh komputer.
- Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci untuk masingmasing
komponen.

4.4. Desain Sistem Secara Umum

Tujuan dari desain sistem secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru. Pada desain sistem secara umum, komponen –komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk mengkomunikasikan kepada user (bukan pemrogram). Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi dan kontrol.

a. Desain Model Secara Umum

Analis sistem dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk physical system dan logical model. Bagan alir system (systems flowchart) merupakan alat yang tepat untuk digunakan menggambarkan physical system. Simbol-simbol bagan alir sistem menunjukkan secara tepat arti fisiknya, seperti simbol-simbol terminal, harddisk, laporan-laporan. Logical model dari sistem informasi adalah menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi-fungsi di sistem informasi secara logikal akan bekerja. Logical model dapat digambarkan dengan diagram arus data (DAD).

b. Desain Output Secara Umum

Output (keluaran) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat diklasifikasikan dalam beberapa tipe yaitu output internal dan output eksternal. output internal adalah output yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan manajemen. output eksternal adalah output yang akan didistribusikan kepada pihak luar yang membutuhkannya.

c. Desain Input Secara Umum

Alat input dapat digolongkan 2 golongan yaitu alat input langsung yang merupakan alat input yang langsung disambungkan dengan CPU misalnya keyboard, mouse. Alat input tak langsung yaitu alat input yang tak langsung berhubungan dengan CPU misalnya KTC (key to card), KTP (key to tape) dan KTD (key to disk)
Langkah-langkah desain input :

Menentukan kebutuhan input dari sistem baru

Input yang akan didesain ditentukan dari diagram arus data (DAD) sistem baru yang telah dibuat. Input di DAD ditunjukkan oleh arus data dari kesatuan luar ke kesatuan proses dan bentuk tampilan input dan alat input yang ditunjukkan oleh proses pemasukkan data.

Menentukan parameter dari input

- Bentuk dari input (dialog layar)
- Sumber input
- Alat input

d. Desain Database Secara Umum

Basis data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan disimpanan luar kompter dan digunakan perangkat lunak tertentu untuk memanipulasinya. Sistem basis data adalah suatu sistem yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Study_Blog Analis - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger